Senin, 28 November 2016

mengenal Didi Petet



Didi Widiatmoko 
(lahir di SurabayaIndonesia12 Juli 1956 – meninggal di Tangerang SelatanIndonesia15 Mei 2015 pada umur 58 tahun) atau lebih dikenal sebagai Didi Petet adalah seorang pemeran Indonesia. Ia telah membintangi banyak film dan teater, memerankan berbagai tokoh mulai dari Emon dalam Catatan si Boy, Kabayan dalam Si Kabayan Saba Kota, sampai Suwito dalam Pasir Berbisik. Ia membuat sebuah kelompok pantomim yang bernama Sena Didi Mime yang berhasil mewakilkan Indonesia di kancah internasional.
Ketika dunia sinetron merebak seiring dengan tumbuh maraknya stasiun televisi di tanah air, Didi pun terjun ke sana. Film iklan tak ketinggalan dirambahnya pula. Bahkan ia kemudian mendirikan sebuah production house. Di samping itu, ia aktif pula dalam sejumlah pementasan teater, seminar tentang seni peran dan tentu saja mengajar di IKJ.
Ia meninggal dunia pada Jumat Subuh, 15 Mei 2015. Kesehatannya memburuk sepulangnya dari Milan, untuk menghadiri pameran World Expo Milano. Ia adalah Ketua Koperasi Pelestari Budaya Nusantara yang menjadi penanggung jawab paviliun Indonesia di pameran tersebut

Prestasi

  • Aktor Pembantu Terbaik, Piala Citra FFI 1988 (Cinta Anak Jaman)
  • Aktor Terpuji Festival Film Bandung (FFB) 1988 (Catatan si Boy)
  • Aktor Terpuji FFB 1989 (Gema Kampus 66)
  • Aktor Terpuji FFB 1994 (Si Kabayan Cari Jodoh)
  • Lifetime Achievement MTV Indonesia Movie Award 2004
  • Nominasi Piala Citra 1990, Aktor Utama (Joe Turun Ke Desa)
  • Nominasi Piala Citra 1991, Aktor Utama (Boneka dari Indiana)
  • Nominasi Piala Citra 2004, Aktor Pembantu (Pasir Berbisik)
  • Nominasi Indonesian Movie Award 2010, Aktor Utama (Jermal)
  • Nominasi Piala Vidia 2011, Aktor Pembantu (Bakpao Pingping)
  • Nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik Festival Film Indonesia 2013

Jumat, 18 November 2016

acting yang baik


1.Dialog harus terdengar, artikulasi jelas , bisa dimengerti (lafal benar), menghayati 
2.Gerak harus terlihat ,blocking baik (penempatan pemain di panggung, diusahakan antara pemain yang satu dengan yang lainnya tidak saling menutupi sehingga penonton tidak dapat melihat pemain yang ditutupi.),jelas (tidak ragu‑ragu, meyakinkan),dimengerti (sesuai dengan hukum gerak dalam kehidupan),menghayati (sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah)
3. Pemain lebih baik terlihat sebagian besar bagian depan tubuh daripada  belakang tubuh.  diatur dengan patokan sebagai berikut :

  1. Kalau berdiri menghadap ke kanan, maka kaki kanan sebaiknya berada didepan.
  1. Kalau berdiri menghadap ke kiri, maka kaki kiri sebaiknya berada didepan.

4. Jangan sampai seluruh pemain mengelompok di satu tempat. 
5.Jelas, tidak ragu‑ragu, meyakinkan, gerak yang dilakukan jangan setengah‑setengahatau berlebihan. Kalau ragu‑ragu terkesan kaku sedangkan kalau berlebihan terkesan over acting
6.Dimengerti, berarti apa yang kita wujudkan dalam bentuk gerak tidak menyimpang dari hukum gerak dalam kehidupan. 
7.Menghayati berarti gerak‑gerak anggota tubuh maupun gerak wajah harus sesuai tuntutan peran dalam naskah.

tips casting

1. Berpakaian rapih dan sesuai tema
2. persiapan segala sesuatu untuk casting sperti kostum, dll dari saat turun kendaraan 

3. jaga etika 

4. siapkan beberapa kostum lain 

5. Make up Memakai make up yang sewajarnya dan senatural mungkin, sehingga enak dilihat, dan tidak  menor. Yang wajib untukwanita adalah memakai bedak dan lipgloss/ lipstik, maskara sehingga tidakterlihat pucat di kamera.

6. Jangan telat dan on time Untuk menghindari terjadinya perasaan tidak siap,  sebaiknya datang on time .jadi kita memiliki waktu lebih untuk menghafal lscript casting dan lebih siap untuk mempersiapkan ekspresi.
7. Mengisi biodata isilah data selengkap mungkin,dan isi juga agency / management yang mengundang casting.Sertakan juga foto berukuran 4R dengan angle close up dan seluruh badan,.
8. Sabar menunggu sabar dan tetap berpikir optimis. lakukan segala cara yang bisa menghilangkan bosansaat menunggu casting. contohnya mendengar musik .

9. saat memasuki ruangan casting, salaman terlebih dahulu dengan orang yang mengcasting

10. Perkenalan diri Sebelum mulai casting, ada saat kita memperkenalkan diri depan kamera. Yangpenting untuk diingat adalah jangan lupa menyebut nama lengkap, namapanggilan, tanggal lahir, kuliah/ kerja, prestasi, dan pengalamanentertainment yang pernah dimiliki. Perkenalan diri sebaiknya tenang, fokuske kamera, dan menunjukkan percaya diri. 11. Casting  Pada saat di depan kamera, mata tetap fokus ke kamera, tenang, janganterburu2, dan percaya diri. Bila melakukan kesalahan, sebaiknya jangantertawa atau melakukan sikap-sikap yang bodoh, seperti menjulurkan lidah,dll. Sebaiknya berusaha supaya orang lain jangan mengetahui kesalahan yangkita buat, seperti misalnya apabila lupa script sebaiknya membuat kata lainatau mengalihkan kata yang salah dengan kalimat lain.

12. Jangan lupa setelah selesai casting, ucapkan terima kasih pada yangmengcasting kamu.

13. saat selesai casting dan kamu keluar ruangan itu, bersikaplah sewajarnya dan jangan sekalipun mengatakan kata kata tidak sopan, berteriak " ahh lega , akhirnya selesai juga " . karna jika kata kata itu terdengar oleh orang didalam ruangan ( yang mengcasting ), akan memunculkan pemikiran bahwa kamu tidak sopan. 

14. jika kamu tidak lolos casting, jangan berkecil hati dan coba lagi ! 

jenis jenis shot saat acting di depan kamera


CU (Close Up)
Shot yang menampilkan dari batas bahu sampai atas kepala.
MCU (Medium Close Up)
Shot yang menampilkan sebatas dada sampai atas kepala.
BCU (Big Close Up)
Shot yang menampilkan bagian tubuh atau benda tertentu sehingga tampak besar. Misal : wajah manusia sebatas dagu sampai dahi.
ECU (Extrime Close Up)
Shot yang menampilkan detail obyek. Misalnya mata, hidung, atau telinga.
MS (Medium Shot)
Shot yang menampilkan sebatas pinggang sampai atas kepala.
TS (Total Shot)
Shot yang menampilkan keseluruhan obyek.
ES (Establish Shot)
Shot yang menampilkan keseluruhan pemandangan atau suatu tempat untuk memberi orientasi tempat di mana peristiwa atau adegan itu terjadi.
Two Shot
Shot yang menampilkan dua orang.
OSS (Over Shoulder Shot)
Pengambilan gambar di mana kamera berada di belakang bahu salah satu pelaku, dan bahu si pelaku tampak atau kelihatan dalam frame. Obyek utama tampak menghadap kamera dengan latar depan bahu lawan main.
 
SUDUT PENGAMBILAN KAMERA
High Angle (Bird eye view)
Posisi kamera lebih tinggi dari obyek yang diambil.
Normal Angle
Posisi kamera sejajar dengan ketinggian mata obyek yang diambil.
Low Angle (Frog eye view)
Posisi kamera lebih rendah dari obyek yang diambil.
Obyektive Kamera
Tehnik pengambilan di mana kamera menyajikan sesuai dengan kenyataannya.
Subyektive Kamera
Tehnik pengambilan di mana kamera berusaha melibatkan penonton dalam peristiwa. Seolah-olah lensa kamera sebagai mata si penonton atau salah satu pelaku dalam adegan.
 
GERAKAN KAMERA
Panning
Panning adalah gerakan kamera secara horizontal (posisi kamera tetap di tempat) dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
Pan right : gerak kamera mendatar dari kiri ke kanan.
Pan left : gerak kamera mendatar dari kanan ke kiri.
Tilting
Tilting adalah gerakan kamera secara vertikal (posisi kamera tetap di tempat) dari atas ke bawah atau sebaliknya.
Tilt up : gerak kamera secara vertikal dari bawah ke atas.
Tilt down : gerak kamera secara vertikal dari atas ke bawah.
Tracking
Track adalah gerakan kamera mendekati atau menjauhi obyek.
Track in : gerak kamera mendekati obyek
Track out : gerak kamera menjauhi obyek

ACTING

 Pengertian Acting
Acting adalah hidup jujur dalam situasi khayalan ( living truthfully under imaginary circumstances ).
biji dari acting adalah reality of doing.

 Tujuan

Tujuan acting adalah “to be a character”, yaitu mengekspresikan suatu perwatakan yang khas dari seorang tokoh.

c. Teknik Acting
- Kenali diri sendiri terlebih dahulu 
   seorang aktor harus bisa mengenal diri nya sendiri dulu sebelum memainkan peran orang lain 
- Metode tindak lahir
Aktor harus mengetahui lebih dulu motivnya berakting (dasar dan tujuan).
- Kemampuan mengandaikan
Bila seseorang menjadi tokoh tertentu, maka ia harus memikirkan apa dan bagaimana yang harus ia lakukan ?
- Kemampuan imajinasi
Menggambarkan / membayangkan sesuatu yang tidak ada.
- Konsentrasi
Seorang aktor harus memusatkan perhatian dan pikirannya pada peran yang ia bawakan.
- Emosional memori
 mengingat-ingat atau mengenang kembali pengalaman atau kejadian-kejadian yang pernah dialami sendiri yang kira-kira serupa dengan adegan yang dimainkannya.
Setiap aktor harus berusaha menyesuaikan dirinya dengan peran/ perwatakan yang dibawakan (menghayati/ menjiwai setiap elemen yang berkaitan dengannya).
- Tempo irama
Tiap akting harus ada iramanya. Artinya, akting tidak boleh tergesa-gesa juga tidak boleh dilambat-lambatkan.
- Super objektif
Tiap aktor harus tahu siapa yang sedang memegang peranan penting dalam suatu adegan yang sedang berlangsung.
- Kebenaran dan keyakinan
Setiap aktor harus yakin akan peran yang dibawakan.